• Hubungi admin support Telepon atau Whatsapp 082133767508 / 081237364201 / 081290691054
Beranda » Blog » Panduan Memilih APAR Sesuai Jenis Risiko Kebakaran

Panduan Memilih APAR Sesuai Jenis Risiko Kebakaran

Diposting pada 25 September 2026 oleh putrasafetymandiri06 / Dilihat: 2 kali / Kategori:
Panduan Memilih APAR Sesuai Jenis Risiko Kebakaran

Panduan Memilih APAR Sesuai Jenis Risiko Kebakaran

Setiap bangunan menyimpan potensi bahaya kebakaran yang berbeda-beda. Risiko bencana bisa mengintai area perkantoran, pabrik, hingga dapur restoran. Oleh karena itu, pengelola gedung wajib menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, Anda tidak boleh asal memilih APAR karena setiap bahan terbakar memiliki karakter yang berbeda-beda.

Karena itu, pemilihan media pemadam harus cocok menyasar potensi bahaya sekitar. Sebelum membeli APAR, kenali terlebih dahulu sumber risiko pada area tersebut. Setelah itu, pilih jenis media pemadam dengan klasifikasi yang sesuai. Mari simak panduan praktis memilih APAR sesuai jenis risiko kebakaran secara tepat pada artikel ini.

Kenali Jenis Risiko Kebakaran

Risiko kebakaran dapat berasal dari berbagai material. Contohnya benda padat, cairan mudah terbakar, listrik, hingga logam tertentu. Dalam klasifikasi yang mengacu pada Permenaker PER.04/MEN/1980, kebakaran terbagi menjadi kelas A, B, C, dan D. Sementara itu, sistem klasifikasi NFPA juga mengenal kelas K untuk kebakaran akibat minyak dan lemak masak.

Memahami perbedaan tersebut dapat membantu Anda dalam memetakan potensi risiko kebakaran menentukan media APAR dengan lebih tepat.

1. Risiko Kebakaran Kelas A

Kelas A mencakup benda padat nonlogam yang mudah terbakar. Contohnya kayu, kertas, kain, karet, dan beberapa jenis plastik. Risiko seperti ini membutuhkan media yang dapat membantu menurunkan suhu material. Beberapa contoh media pemadam yang cocok untuk kelas ini antara lain APAR air atau water, foam, dan dry chemical powder. Namun jangan menggunakan APAR air untuk kebakaran listrik atau cairan mudah terbakar. Air dapat meningkatkan risiko pada kedua kondisi tersebut seperti korsleting listrik.

2. Risiko Kebakaran Kelas B

Kelas B mencakup cairan atau gas yang mudah terbakar. Contohnya bensin, solar, pelarut, LPG, dan bahan sejenis. Permenaker juga memasukkan minyak goreng dalam contoh kelas B. APAR untuk risiko ini perlu menggunakan media yang sesuai untuk bahan bakar cair atau gas. Foam, dry chemical, dan CO₂ dapat digunakan pada kondisi tertentu sesuai klasifikasi produk. Perlu dicatat untuk jangan memilih APAR hanya berdasarkan tulisan “pemadam kebakaran”. Selalu periksa kelas yang tercantum pada label tabung untuk menjaga keamanan dalam proses pemadaman.

3. Risiko Kebakaran Kelas C

Kelas C berkaitan dengan instalasi listrik yang masih bertegangan. Contohnya panel listrik, breaker, kabel, dan peralatan listrik. Risiko listrik membutuhkan media pemadam yang tidak menghantarkan listrik seperti CO2 dan dry chemical. APAR air bukan pilihan untuk peralatan listrik yang masih bertegangan karena berisiko menghantarkan sengatan listrik. Setelah sumber listrik terputus, klasifikasi risiko dapat berubah sesuai dengan material yang masih terbakar. Karena itu, tetap perhatikan bahan utama yang terlibat dalam proses kebakaran.

4. Risiko Kebakaran Kelas D

Kelas D mencakup logam yang mudah terbakar. Contohnya magnesium, natrium, kalium, dan beberapa logam lainnya. Kebakaran logam membutuhkan media khusus karena APAR biasa tidak selalu cocok untuk semua jenis logam.

Media dry powder khusus dapat digunakan untuk kebakaran kelas D sesuai jenis logam dan spesifikasi medianya. Perlu diingat bahwa tidak semua APAR powder bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas D. Periksa label dan klasifikasi produk sebelum menggunakannya.

5. Risiko Kebakaran Minyak dan Lemak Masak

Minyak dan lemak masak memiliki karakter kebakaran yang berbeda. Suhu pembakaran yang tinggi membuat pemilihan media pemadam menjadi sangat penting. NFPA menggunakan kelas K untuk kebakaran akibat minyak dan lemak masak. Wet chemical menjadi salah satu media yang cocok untuk risiko tersebut.

Media wet chemical membantu mendinginkan bahan sekaligus membentuk lapisan pada permukaan minyak. Mekanisme ini membantu mengurangi kemungkinan api menyala kembali. Jangan menggunakan air pada minyak yang sedang terbakar karena air dapat menghasilkan reaksi berbahaya dan membuat api menyebar.

Mencocokkan Media Pemadam dengan Potensi Ancaman

Selanjutnya, cocokkan media penampung tabung pemadam berdasar peta risiko berdasarkan kelas kebakaran.

1. APAR Serbuk Kimia (Dry Chemical Powder)

Varian ini menjadi pilihan yang paling fleksibel dan serbaguna. Serbuk kimia sanggup menundukkan kebakaran dengan risiko Kelas A, B, serta C. Pengelola gedung perkantoran atau ruko sangat cocok dengan tipe ini.

2. APAR Water (Air)

Jenis tabung pemadam berisi air bertekanan yang cocok untuk memadamkan bahan bakar padat. Bekerja dengan cara menurunkan suhu permukaan media terbakar. Jangan gunakan jenis ini untuk memadamkan komponen listrik atau minyak panas.

3. APAR Gas CO2 (Carbon Dioxide)

Gas CO2 tidak akan meninggalkan kerak kotoran. Oleh sebab itu, varian ini sangat ideal melindungi ruang server, laboratorium, serta fasilitas elektronik lainnya.

4. APAR Busa (Foam AFFF)

Busa khusus ini sangat ampuh mengisolasi permukaan cairan terbakar. Pilih varian busa untuk mengamankan area gudang bahan bakar atau bengkel kendaraan.

5. APAR Bahan Kimia Basah (Wet Chemical)

Varian cairan khusus ini sangat efektif memadamkan minyak goreng yang membara. Manajemen restoran wajib menaruh APAR ini sekitar dapur.

Menentukan Kapasitas serta Lokasi Penempatan

Ketiga, perhatikan faktor kapasitas tabung serta lokasi penempatan. Ruang kerja kecil cukup memakai tabung ukuran dua hingga tiga kilogram. Sebaliknya, area yang lebih luas butuh tabung dengan ukuran lebih besar. Selain itu, Anda juga wajib menaruh tabung pada area terbuka. Pastikan posisi tabung bebas dari halangan barang. Karyawan harus bisa menggapai tuas pemadam secara instan saat kondisi gawat darurat.

Kesimpulan

Kesimpulannya, panduan memilih APAR berpatokan penuh pada jenis risiko kebakaran serta kapasitas tabung. Keputusan yang tepat akan menyelamatkan aset usaha serta nyawa manusia. Selain itu, manajemen perusahaan harus selalu meninjau kelayakan sistem proteksi secara rutin. Langkah pencegahan awal menjamin keamanan operasional bisnis Anda.

WhatsApp: 081237364201 

Email: salesputrasafetymandiri2@gmail.com

 

PUTRA SAFETY MANDIRI

 

Sumber gambar: Unsplash

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Panduan Memilih APAR Sesuai Jenis Risiko Kebakaran

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Panduan Memilih APAR Sesuai Jenis Risiko Kebakaran

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin PSM 2
● online
Admin PSM 4
● online
Admin PSM 2
● online
Halo, perkenalkan saya Admin PSM 2
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Beli
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: